Cara Mudah Beralih Ke Gaya Hidup Sehat Untuk Pemula

Medina El Hassan

27 Dec 2020, pukul 02:01

Follow
125x dilihat · 0x dibagikan · 0 komentar

Cara Mudah Beralih Ke Gaya Hidup Sehat Untuk Pemula

Mengadopsi gaya hidup sehat berarti kamu peduli pada kesehatan jangka panjang. Tapi, mengubah gaya hidup bukanlah perkara mudah. 

Buat kamu yang sudah terbiasa dengan gaya hidup yang tidak begitu perduli akan kesehatan dan sedikit serampangan, berikut ini adalah cara yang bisa kamu ikuti agar bisa betransisi ke gaya hidup lebih sehat.

Mulai Perlahan


Tubuh perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan sehat. Hindari mengubah gaya hidup tiba-tiba karena akan membuat tubuh memunculkan reaksi negatif.

Perubahan yang mendadak juga akan memberatkan mental kamu. Ujung-ujungnya, kamu ogah mengadopsi gaya hidup sehat karena kamu merasa kesulitan.

Awali dengan Detoksifikasi


Diet detox atau detoksifikasi yang populer belakangan ini bisa kamu gunakan sebagai jembatan transisi ke gaya hidup yang lebih sehat.

Pasalnya, diet detoksifikasi mengharuskan kamu puasa selama 3 hari dan hanya mengonsumsi buah dan sayur. Tujuan diet detox ini untuk mengeluarkan racun dalam tubuh dan membuat tubuh terasa lebih ringan.

Beberapa orang memberi kesaksian bahwa mereka lebih mudah mengadopsi gaya hidup sehat setelah mempratekkan diet detox.

Olahraga Bertahap

Tak bisa dipungkiri kalau olahraga memegang peranan penting untuk kesehatan tubuh. Awali dengan berjalan cepat di pagi hari. Lakukan ini setiap hari selama seminggu. 

Kalau tubuh sudah terbiasa, mulai lari kecil jarak pendek dan kurangi intensitas olahraga yang kamu lakukan.

Selanjutnya, selingi dengan olahraga berat setiap satu minggu seperti renang, bulu tangkis, sepak bola, basket, atau latihan kardio.

Konsumsi Buah dan Sayur


Perbanyak variasi buah dan sayur yang kamu konsumsi. Buah yang disarankan adalah apel dan nanas karena keduanya membantu proses pencernaan, membakar lemak, dan memiliki mineral yang diperlukan tubuh.

Kurangi konsumsi tepung-tepungan dan gula. Kalau memungkinkan, ganti gula kamu dengan gula rendah kalori. Kurangi tepung terigu dan ganti dengan tepung gandum utuh.

Tambahkan Protein

Perbanyak konsumsi protein hewani dan nabati. Keduanya penting untuk pertumbuhan tubuh dan metabolisme.

Pilih sumber protein yang baik seperti dada ayam, seafood, telur rebus, kacang-kacangan, biji-bijian, tahu, tempe, dan daging sapi.

Tidak perlu mengonsumsi protein shake atau suplemen tambahan kalau kamu hanya ingin mengadopsi gaya hidup sehat.

Hindari Minuman Kemasan

Kunci paling penting adalah memperhatikan apa yang kamu konsumsi dan memilih makanan dan minuman dengan bijak. Kurangi konsumsi kopi, teh hitam, dan jus kemasan. Pasalnya, minuman kemasan memiliki kandungan gula tinggi yang jarang disadari.

Akan lebih baik kalau kamu mengonsumsi air mineral, teh hijau, atau membuat cold-pressed juice sendiri. Selalu bawa air mineral kemanapun kamu pergi agar tidak tergoda membeli minuman kemasan yang dijajakan. 

Minuman kemasan memang aman dikonsumsi, tapi bukan pilihan bijak kalau kamu ingin mulai mengadopsi gaya hidup sehat.

Itulah cara mudah beralih atau transisi ke gaya hidup sehat untuk kalian yang baru memulai. Gaya hidup sehat memiliki banyak manfaat, diantaranya membuat hidup kita lebih produktif, daya pikir semakin tinggi, membantu berfikir jernih dan terhindarkan dari berbagai penyakit mematikan seperti stroke, penyakit jantung dan berbagai macam penyakit lainnya.

BAGIKAN

REAKSI PEMBACA


0 like

0 Love

0 Yeay

0 Wow

0 Sad

0 Angry

PANDUAN SERUPA

Cara Mengurangi Efek Kecanduan

Menurut wikipedia kecanduan merupakan saat tubuh atau pikiran kita dengan buruknya menginginkan atau memerlukan sesuatu agar ...

Cara Mengatasi Kista Ganglion

Kista ganglion adalah benjolan bulat kecil dan lunak, biasanya muncul diarea tendon atau persendian, dan ...

Cara Cepat Mencerahkan Kulit Wajah Yang Kusam ...

Sebagian besar wanita Indonesia sangat mendambakan kulit yang putih mulus. Banyak cara dilakukan agar mendapatkan ...

Tentang Kami · Hubungi Kami · Syarat & Ketentuan

F.A.Q · Panduan Menulis